Header Ads

Microsoft Mengakuisisi LinkedIn Seharga Rp 349 Triliun

https3a2f2fblueprint-api-production-s3-amazonaws-com2fuploads2fcard2fimage2f1142672fsatya_and_jeff
Satya Nadell (kiri) dan Jeff Weiner (kanan)
Ada kabar tentang LinkedIn yang akan menjadi bagian keluarga besar perusahaan yang dipimpin Satya Nadella, Microsoft. Dilansir dari blog resmi Microsoft, perusahaan yang didirikan Bill Gates ini telah melakukan merger dengan LinkedIn, jejaring sosial untuk para pencari kerja. Pada hari Senin (13/06) kemarin Microsoft mengumumkannya dan deal dengan LinkedIn dengan anggaran biaya $26.2 juta (Rp 349 triliun). Dalam postingan blog perusahaan Windows tersebut, Microsoft akan membayar secara tunai sebesar $196 per saham LinkedIn.

Berdasarkan laporan CEO Microsoft, Satya Nadella, Jeff Weiner sementara akan menjadi pengisi CEO LinkedIn, Reid Hoffman mengisi sebagai ketua dewan sekaligus menjadi co-founder dan pemegang saham LinkedIn. Weiner sangat mendukung kedua transaksi tersebut. Transaksi tersebut diperkirakan akan berjalan akhir tahun ini. LinkedIn akan menjadi fitur pelengkap untuk Microsoft Office.

Sebelumnya Microsoft membeli Nokia seharga US$ 7,6 miliar (Rp 101 triliun) pada 2013 dan Skype seharga US$ 8,5 miliar (Rp 113 triliun) pada 2011, dan menandai akuisisi terbesarnya dalam ranah media sosial. Microsoft membeli Yammer sebesar US$ 1,2 miliar (Rp 16 triliun) pada 2012. Langkah ini adalah langkah yang terbesar dilakukan oleh Microsoft.

Microsoft mengumumkan kesepakatan itu dalam sebuah posting blog pada Senin pagi, 13 Juni 2016. "Tim LinkedIn telah mengembangkan bisnis yang fantastis dengan fokus menghubungkan profesional di dunia," kata CEO Microsoft Satya Nadella di posting blog itu. "Bersama-sama kita bisa mempercepat pertumbuhan LinkedIn, serta Microsoft Office 365 dan Dynamics saat kita berusaha untuk memberdayakan setiap orang dan organisasi di planet ini," ujarnya.

Kesepakatan itu menilai LinkedIn pada US$ 196 per saham, yang berarti Microsoft membayar premi 50 persen dari harga saham LinkedIn pada hari Jumat sekitar US$ 131. Sebelumnya, saham LinkedIn juga cukup 'lesu' menurun di 43 persen dalam satu hari pada Februari setelah mengeluarkan proyeksi mengecewakan untuk tahun ini.

Microsoft juga melihat kesempatan untuk Lynda.com, sebuah situs untuk video training yang dibeli oleh LinkedIn sebesar $1.5 juta (Rp 20 triliun) tahun lalu. Microsoft juga dapat menawarkan video-video di Lynda kedalam software Microsoft Office, termasuk spreadsheets Excel.

Satya Nadella juga berbicara tentang memberikan akses asisten digital andalan Microsoft, Cortana ke data dari LinkedIn.

Saat berita pertama itu keluar, saham LinkedIn diduga melejit mengikuti berita itu, tapi tidak untuk Microsoft. Sepertinya pasar kurang bersemangat untuk Microsoft. Sahamnya turun 3,6 persen dalam perdagangan premarket pada Senin pagi. Tetapi dengan akuisisi ini, semoga menjadi pembangkit Microsoft dalam pasar.

Tidak ada komentar

Patuhi aturan dalam berkomentar. Komentar yang mengandung SARA, kekerasan, dan sebagainya akan dihapus. Komentar disesuaikan dengan topik yang dikomentari. Terima kasih.